Wednesday, March 6, 2013

Japanese Doll Festival : Tradisi Istimewa Para Gadis Cilik

Para pencinta budaya Jepang pasti akrab dengan perayaan unik bernama Hinamatsuri alias Japanese Doll Festival, yang kerap muncul di berbagai animasi, komik, maupun dorama dari Negeri Sakura. Apa sebenarnya makna di balik tradisi yang digelar setiap bulan Maret ini?
Setiap tanggal 3 Maret, jika anda berkunjung ke rumah keluarga Jepang yang memiliki anak perempuan, anda akan menemui pemandangan khas, jajaran bonek-boneka mungil berkimono tradisional yang disusun di atas rak bertingkat. Dilengkapi aksesoris kerajaan dalam versi minatur, warga Jepang bisa menghabiskan sampai puluhan ribu yen demi merayakan Japanese Doll Festival atau Hinamatsuri.
Hinamatsuri sudah berlangsung selama berabad-abad, dan konon kabarnya, tradisi ini berasal dari Cina. Memang di Cina ada kebiasaan membuat boneka kertas yang menyerupai anak perempuan di keluarga tersebut. Boneka ini lantas dibuang ke sungai karena menurut kepercayaan, jika boneka itu hanyut terbawa arus sungai, maka sifat-sifat buruk anak perempuan di keluarga tersebut juga akan terbawa pergi.
Sekitar tahun 1600-an, boneka kertas yang diberikan kepada anak perempuan berubah dari sosok gadis biasa menjadi kaisar dan permaisuri, lengkap dengan dayang-dayang mereka. Boneka-boneka ningrat ini dipercaya mampu menyerap kekuatan jahat.

Ritual Melasti : Mengintip Surga Bali Kala Nyepi



Bali adalah tempat liburan favorit turis domestik maupun mancanegara. Selain menikmati keindahan suasana alam, adat yang masih dijaga ketat serta tradisi yang kokoh menjadi daya tarik tersendiri bagi turis. Ingin merasakan nuansa Bali yang kental? Datanglah menjelang perayaan Nyepi.
Bali memiliki aneka tradisi yang sudah menjadi bagian dari roda pariwisata mereka, salah satunya adalah rangkaian perayaan Nyepi yang dilakukan setiap tahun dan jatuh pada bulan Maret di penanggalan Masehi.
Pada momen ini, umat Hindu akan memasuki Tahun Baru Saka, sehingga berbagai ritual pun digelar. Ada empat ritual dalam rangkaian perayaan Nyepi, yakni Melasti, Tawur Agung, Ngembak Geni, dan Catur Brata Penyepian.
Melasti, atau disebut juga ritual milis atau mekiyis, merupakan upacara simbolis untuk pembersihan yang bersifat spiritual dan material, yaitu penyucian roh dan jiwa manusia serta peralatan. Ritual ini sudah menjadi inti rangkaian Nyepi secara turun temurun.
Dalam upacara Melasti, air merupakan simbolisasi penting. Karena itu, upacara ini digelar di tepi pantai dengan iringan gamelan baleganjur yang menambah kemeriahan. Lantas, umat Hindu bersembahyang bersama menghadap laut dengan mengenakan baju putih. Suasana hening diiringin debur ombak memperkuat atmosfer yang menggetarkan jiwa.